Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

Tuesday, 26 August 2014

Untuk Wanita Muslimah: Sebuah Renungan

Bismillah....

Saudariku….

Kepada calon-calon bidadari penghuni syurga, wahai calon- calon istri shaleha kebanggaan Islam,

Wahai kaum hawa yang didadanya telah tertanam bunga bunga iman….

Mari sejenak menyelami samudera hikmah dan kebijaksanaan….meneguk sejuknya untaian nasehat-nasehat yang akan menghilangkan dahaga iman.Semoga sedikit nasehat ini, bagai oase ditengah ganasnya gurun pasir kehidupan, yang bersumber dari Al-Qu’an dan Sunnah, serta lisan-lisan yang jujur

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33)

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)

dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)

Saudariku….

Wanita muslimah laksana bunga yang menawan, wanita muslimah yang sholehah bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya. Begitu indah, begitu berkilau dan menentramkan…

Teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut…Namun tentunya… tak sembarang orang berhak meraihnya… menghirup sarinya... hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah… yang dapat memetiknya…meraih pesonanya…

Wanita muslimah adalah ibarat permata yang sangat berharga.  Dan islam menyuruh memperlakukan wanita sepeti permata yang sangat berharga.Yaitu permata yang tidak boleh disentuh oleh siapapun selain pemiliknya. Seandainya permata-permata itu berpindah tangan, niscaya ia akan kehilangan nilainya

Saudariku,

Muslimah Sejati, adalah mereka yang pandangan matanya selalu menunduk dan mampu Menundukan mata mata lelaki yang mencoba menaklukannya.

Saudariku..

Tidak semua wanita berjilbab itu soleha, tapi wanita soleha itu pasti berjilbab . jika hidup ini pilihan pilihan, kenapa hanya sedikit wanita yg memilih untuk menjadi wanita sholehah yang hidupnya dikagumi dunia dan di nanti syurga?Jika Allah ta’ala menjadikan Islam itu mudah.Bukan berarti hal Wajib bisa menjadi Sunnah. Dan jika, Berjilbab itu wajib,. Bukan berarti wanita bisa seenaknya pamer aurat dan mengatakan aku belum siap. Wajib tetap harus dilaksanakan dan dosa tetap ditulis. Dan ini Ketetapan Allah.

Saudariku…….

Tidaklah sama antara wanita mukminah dan wanita kafir.Wanita mukminah adalah perempuan yang beriman, berderma,berpuasa, memakai hijab.Takut pada Tuhannya, ramah terhadap tetangganya, taat pada suaminya dan sayang pada anak-anaknya.Dia mendapatkan pahala yang besar, ketentraman, dan keridaan.Sedangkan perempuan kafir, suka memamerkan kecantikannya, jahiliah, naïf,suka memamerkan pakaiannya bagai barang dagangan, komoditi murahan yang dijajakan di banyak tempat, tidak bernilai sama sekali, tanpa kehormatan, tanpa kemuliaan dan kehilangan religiusitas.

Wahai Saudariku,…… agar engkau menjadi wanita terelok di dunia

Engkau dengan segala yang engkau miliki lebih baik dari jutaan wanita lain. Dengan Kecantikanmu, engkau lebih elok daripada matahari.Dengan akhlakmu, engkau lebih wangi daripada harum minyak misk.Dengan rendah hatimu, engkau lebih tinggi daripada rembulan.Dan dengan kelembutanmu, engkau lebih halus daripada rintik hujan.Maka jagalah kecantikanmu dengan keimanan, kerelaanmu dengan puas diri, dan harga dirimu dengan jilbab.Hingga engkau menjadi wanita terelok di dunia.
Ketahuilah bahwa perhiasanmu bukanlah emas atau perak,tetapi dua rakaat menjelang subuh ,dahagamu ditengah hari yang panas karena puasa, dermamu yang tersembunyi yang hanya diketahui oleh Allah, air mata taubat dan sujudmu dikeheningan malam. Emasmu adalah agamamu,perhiasanmu adalah budi pekertimu, dan hartamu adalah sopan santunmu.Pakailah pakaian takwa, niscaya engkau akan menjadi wanita tercantik didunia.

Saudariku..  Jadilah engkau seperti kupu-kupu,

Jadilah engkau seperti kupu-kupu, ringan perawakan, indah dipandang, sedikit bergantung kepada yang lain, terbang dari satu bunga ke bunga lain, dari satu taman ke taman lain. Lihatlah… dia tidak mengeluh atas hidupnya yang sebentar, tapi dalam hidupnya yang begitu singkat dia telah menebarkan keindahan dan membuat orang yang melihatnya senang. Atau jadilah engkau seperti lebah yang selalu makan sesuatu yang baik dan mengeluarkan yang baik pula, jika ia hinggap diatas tangkai tidak mematahkan, menyentuh nektar tapi tidak merusaknya, mengeluarkan madu,terbang dengan rasa cinta dan hinggap dengan tali kasih. Itulah ibarat wanita yang lembut, perempuan sejati, yang kehadiran dan kedatangannya membawa keindahan dan sejuta manfaat, tidak ada yang tersakiti orang lain melalui perbuatan maupun lisannya.
Saudariku,

Semoga engkau menjadi permata yang berkilauan. Yang tidak mudah disentuh kecuali oleh yang berhak. Yang menyadari kemuliannya. Yang menundukkan pandangannya, memelihara auratnya. Yang teguh menjaga kehormatan dan kesuciannya.

Saudariku….Karena tampilan fisik bukanlah segalanya.
Ibnu Qoyyim dalam bukunya ‘taman orang-orang jatuh cinta & memendam rindu menulis bahwa “Allah menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri. Andaikata penyebab tumbuhnya cinta adalah rupa yang elok, tentunya (wanita) yang tidak memiliki keelokan tidak akan dianggap baik sama sekali. Kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih elok rupanya  memilih pasangan yang lebih buruk rupanya, padahal dia juga mengakui nilai keelokan (wanita) yang lain. Meski begitu, tidak ada kendala apa-apa dalam hatinya. Karena kecocokan akhlaq merupakan sesuatu yang paling disukai manusia, dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segalanya. Memang bisa saja cinta tubuh karena sebab-sebab tertentu. Tetapi cinta itu akan cepat lenyap, dengan lenyapnya sebab.’
Kalau bahasa ringkasnya mas fauzil, ‘kecantikan wajah terletak di nomor kesekian. Jauh lebih penting dari kecantikan wajah adalah kesejukan wajah Anda ketika suami memandang.’

Dalam sebuah hadist Rasullullah mengatakan..nikahilah seorang wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shalehah meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama.”
Wanita yang (akhlaknya) buruk adalah untuk laki-laki yang (akhlaknya) buruk, dan laki-laki yang (akhlaknya) buruk untuk wanita yang (akhlaknya) buruk pula. Wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang baik-baik pula. (An-Nur 26).

Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut.
Maka, engkaulah wahai saudariku… engkaulah pengemban amanah pembangun generasi umat ini. Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya.

Saudariku… Wanita sholeha adalah Bidadari Dunia
Allah telah dengan begitu Indahnya mengibaratkan, bahwa salah satu cirri bidadari adalah tidak pernah disentuh, kesuciannya terjaga dan sopan.Wanita shaliha bukan hanya mereka yang berwajah cantik namun juga wanita yang kecantikannya terpancar dari aura hatinya, matanya terjaga dari hal hal yang diharamkan syariat, pandangannya menyejukan mata sang suami, tidak pernah membantah suami yang menuntunnya menapaki jejak jejak Assunnah dan patuh terhadap Al Qur’an. Menjadi penyemangat dikala suami kalah dan lelah, Berdiri tegak mendampingi suami dalam masa masa sulit, berada disisinya disetiap suasana. Menjadi penghibur dikala gelisah, dan menjadi Alarm dikala lelapnya fajar membuai, mengingatkan suami tercinta dengan percikan air Wudhu di wajahnya.Sungguh Kebahagiaan Memiliki wanita salihah, Hingga manusia menggambarkannya sebagai bidadari.

Wahai saudariku………..Sambutlah salam dan penghormatan…..
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang mendirikan shalat dan berpuasa dengan patuh dan penuh kosentrasi.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang memakai hijab karena rasa malu dan untuk menjaga kehormatan dan keteguhan hati.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu belajar dan menelaah dengan penuh kesadaran dan kelurusan hati.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu menepati janji, dipercaya, dan jujur.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu bersabar, mawas diri, dan bertobat.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu berdzikir, bersyukur              dan berdoa.
Selamat dan  salut buat saudariku……….yang menjadikan Asiyah, Maryam, Khadijah dan Aisyah sebagai panutannya.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang melahirkan dan mendidik para pahlawan, dan mencetak laki-laki yang terhormat.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang selalu takut dan menjauhi apa-apa yang diharamkan oleh Allah.
Selamat dan  salut buat saudariku………..yang sabar untuk menanti datangnya pedamping hati, yang selalu memperbaiki diri, dan selalu menjaga kehormatan diri dan kemuliaaannya.

Wahai saudariku……Ya untuk segala keutamaanmu……………..
Ya….untuk senyum indahmu yang membangkitkan cinta dan memberikan kasih sayang pada orang lain.
Ya….untuk kata-kata baikmu yang membangun persahabatan dan menjauhkan rasa dengki.
Ya….untuk derma yang membahagiakan si miskin, menyenangkan orang fakir, dan mengenyangkan perut yang lapar.
Ya….untuk tadarus Al-Qur’anmu, merenungi dan memahami kandungannya serta mengamalkannya dalam kehidupanmu sehari-hari.
Ya….untukmu yang mendidik anak-anakmu dengan agama, mengajarkan sunnah Nabimu dan memberi petunjuk tentang apa-apa yang bermanfaat bagi mereka.
Ya….untuk rasa malu dan hijab yang diperintahkan oleh Allah.Itulah cara untuk selalu terjaga dari pandanagn kotor.
Ya….untuk bergaul dengan wanita baik-baik yang selalu takut kepada Allah, mencintai agama, dan menghormati nilai-nilai agamanya.
Ya….untuk berbuat baik kepada kedua orangtua, menyambung persaudaraan, menghormati tetangga, dan menyantuni anak yatim.

Saudariku……………katakan tidak dan selamat tinggal untuk segala keburukan………
Tidak….untuk usiamu yang habis untuk hal-hal yang tidak perlu, remeh. Serta menyibukkan engkau dari cita-cita besarmu….
Tidak….untuk selalu mencari-cari kesalahan dan menggunjing orang lain serta melupakan kesalahan dan aib diri sendiri.
Tidak… untuk tengelam dari fatamorgana dunia, mengikuti mode-mode wanita barat, tenggelam dalam nyanyian-nyaian cengeng sehingga melupakan Al-Qur’an, bacaan-bacaan murahan, film-film yang melenakan yang didalamnya tidak ada nilai kebaikan.
Maka Sekali lagi saudariku……….
Engkau telah mulia dengan menjadi seorang muslimah……….
Wanita muslimah ibarat bintang yang berkilauan dilangit  dan menerangi kegelapan…..
Sedangkan perempuan-perempuan kafir ibarat lumpur didasar lautan yang hanya bisa mengotorkan kakimu…….
Sungguh perbandingan jauh antara wanita mukminah dengan wanita kafir….
Engkau, dengan segala keutamaan yang engkau miliki lebih baik dari jutaan wanita lain……
Dalam keadaan bagaimanapun, engkau beruntung.
Cukuplah. Wanita itu sangat mulia, karena ibunda Nabi Muhammd saw juga seorang wanita, yang dirahimnya lahir seorang laki-laki teragung di jagad raya…


* As’ad al-Mar’ah fi al- ‘Alam,
by DR. Aid al Qarni ( Tauladan Islam )
Post By .Fandy Ndut   (www.fandi-java.blogspot.com)

Thursday, 3 July 2014

MAKNA HARI DI BULAN RAMADHAN

Untuk lebih mendorong kita melaksanakan ibadah-ibadah pada siang maupun pada malam-malam ramadhan 1432 H seperti Qiyamullail / Sholat Tarawih, penilis salinkan dialog Ali bin Abi Thalib r.a. bersama Nabi kita Muhammad SAW dalam kitab "Durratun Nashihin" halaman 66 / 67 BAB 4 tentang "Fadhillah Bulan Ramadhan" sebagai berikut. "Ali bin Abi Thalib r.a. bertanya kepada Rosulullah SAW tentang Fadhillah Sholat Tarawih, Nabi kita SAW menjawab : Sholat Tarawih / Qiyamullail pada :



Malam 1   : Diampuni dosanya, bersih seperti bayi yang baru lahir.



Malam 2   : Diampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya yang mukmin.




Malam 3   : Malaikat memanggilnya dari bawah "Arasy" segeralah kamu beramal karena Allah mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu.




Malam 4   : Diberikan pahala sebanyak pahala membaca Taurat, Injil, Jabur dan Al Qur'an.




Malam 5   : Diberikan pahala seperti pahala shalat di Masjidil Haram, masjid Nabawi dan Masjid Aqsa.




Malam 6   : Seperti pahala tawaf di Baitul Makmur, setiap batu-batuan dan tanah liat beristighfar untuknya.


Malam 7   : Seolah-olah bertemu dengan Nabi Musa dan berjuang bersamanya melawan Fir'aun dan Haman.



Malam 8   : Diberi segala yang diterima Nabi Ibrahim AS

Malam 9   : Seolah-olah dia beribadah yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW


Malam 10 : Allah SWT memberinya kabaikan dunia dan akhirat



Malam 11 : Ia bakal meninggal dunia bersih dari segala dosa seperti bayi yang baru dilahirkan


Malam 12 : Dihari qiyamat wajahnya bercahaya seperti bulan purnama

Malam 13 : Kelak dihari qiyamat aman dari segala azab

Malam 14 : Dibebaskan dari hisab (perhitungan), para malaikat memberikan kesaksian atas ibadah sholat Tarawihnya

Malam 15 : Bersholawat / berdoa untuknya para malaikat penanggung aras dan kursi

Malam 16 : Dibebaskan dari siksa neraka dan bebas pula masuk surga

Malam 17 : Diberi pahala seperti yang diterima para Nabi

Malam 18 : Malaikat memenggilnya : "Ya Hamba Allah" engkau dan kedua bapak ibumu telah diridhoi oleh Allah SWT

Malam 19 : Derajatnya ditinggikan di Surga Firdaus

Malam 20 : Diberi pahala syuhada dan shalihin

Malam 21 : Dibangun sebuah gedung nur di surga

Malam 22 : Kelak di hari qiyamat aman dari bencana yang menyedihkan dan menggelisahkan

Malam 23 : Dibangun sebuah kota di surga

Malam 24 : Doa yang dipanjatkan sebanyak 24 doa dikabulkan

Malam 25 : Dibebaskan dari siksa kubur

Malam 26 : Pahala baginya ditingkatkan selama 40 tahun

Malam 27 : Melintasi shirat bagai kilat menyambar

Malam 28 : Ditinggikan derajatnya 1000 tingkat surga

Malam 29 : Diberi pahala sebanyak 1000 haji mabrur

Malam 30 : Diseru Allah dengan firmanNya : "Ya Hambaku, silahkan makan buah-buahan surga, silahkan mandi air salsabil dan minumlah dari telaga kautsar. Akulah Tuhanmu dan kamu adalah hambaKu"


Terus terang saya saat posting blog ini merasa bergidik dan merinding saat menulis malam demi malam makna tiap hari dibulan ramadhan..... Subhanallah. 
Ternyata memang benar makna tiap hari dibulan ramadhan penuh berkah dan ampunan. Insya Allah kita yang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan menjadi orang-orang yang bertaqwa. Amin

Miskin-Kaya, Di hadapan Allah Sama

Alkisah, di suatu negeri pernah hidup seorang kaya raya, yang rajin beribadah dan beramal. Meski kaya raya, ia tak sombong atau membanggakan kekayaannya. Kekayaannya digunakan untuk membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat dan tetangga- tetangganya yang miskin dan kekurangan, serta berbagai amal sosial lainnya. Di musim paceklik, ia membagikan bahan pangan dari kebunnya yang berhektar-hektar kepada banyak orang yang kesusahan. Salah satu yang sering dibantu adalah seorang tetangganya yang miskin.
Dikisahkan, sesudah meninggal, berkat banyaknya amal, si orang kaya ini pun masuk surga. Secara tak terduga, di surga yang sama, ia bertemu dengan mantan tetangganya yang miskin dulu. Ia pun menyapa.
“Apa kabar, sobat! Sungguh tak terduga, bisa bertemu kamu di sini,” ujar si kaya.
“Mengapa tidak? Bukankah Allah memberikan surga pada siapa saja yang dikehendaki-Nya, tanpa memandang kaya dan miskin?” jawab si miskin.
“Jangan salah paham, sobat. Tentu saja aku paham, Allah Maha Pengasih kepada semua umat-Nya tanpa memandang kaya-miskin. Cuma aku ingin tahu, amalan apakah yang telah kau lakukan sehingga mendapat karunia surga ini?”
“Oh, sederhana saja. Aku mendapat pahala atas amalan membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat dan tetangga yang miskin dan kekurangan, serta berbagai amal sosial lainnya….”
“Bagaimana itu mungkin?” ujar si kaya, heran. “Bukankah waktu di dunia dulu kamu sangat miskin. Bahkan seingatku, untuk nafkah hidup sehari-hari saja kamu harus berutang kanan-kiri?” “Ucapanmu memang benar,” jawab si miskin.
“Cuma waktu di dunia dulu, aku sering berdoa: Ya Allah! Seandainya aku diberi kekayaan materi seperti tetanggaku yang kaya itu, aku berniat membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat dan tetangga yang miskin dan banyak amal lainnya. Tapi apapun yang kau berikan untukku, aku akan ikhlas dan sabar menerimanya.”
“Rupanya, meski selama hidup di dunia aku tak pernah berhasil mewujudkannya, ternyata semua niat baikku yang tulus itu dicatat oleh Tuhan. Dan aku diberi pahala, seolah-olah aku telah melakukannya. Berkat semua niat baik itulah, aku diberi ganjaran surga ini dan bisa bertemu kamu di sini,” lanjut si miskin. Maka perbanyaklah niat baik dalam hati Anda.
Bahkan jika Anda tidak punya kekuatan atau kekuasaan untuk mewujudkan niat baik itu dalam kehidupan sekarang, tidak ada niat baik yang tersia- sia di mata Allah.
Semoga cerita di atas bisa kita jadikan cermin bagi kita semua.

Wednesday, 2 July 2014

DP BBM & Ucapan Selamat Puasa Ramadhan 2014



Kata Ucapan Selamat Puasa Ramadhan 2014. Ramadhan kembali datang, Marhaban ya Ramadhan. Bulan yang penuh rahmat dengan turunnya perintah berpuasa kepada seluruh umat muslim di seluruh dunia. Berbagai ekspresi kegembiraan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan biasa diekspresikan dengan mengucapkan kata-kata mutiara bijak menyambut Ramadhan kepada sanak saudara, teman, maupun sahabat.

Berbagai media pun digunakan sebagai sarana mengungkapkan kegembiraan dan mengucapkan selamat Puasa Ramadhan seperti melalui pesan SMS,  BBM, Whatsapp, Facebook (FB), dan juga Twitter.

Kita sebagai umat muslim juga sepatutnya ikut bergembira menyambut datangnya bulan Ramadhan 1435 H. Kita pun bisa saling memberikan ucapan marhaban Ya Ramadhan dan selamat puasa Ramadhan kepada saudara, teman, maupun sahabat terdekat kita. Berikut Kata Ucapan Selamat Puasa Ramadhan 2014 Marhaban ya Ramadhan yang bisa kita kirimkan kepada mereka atau mengisi status media sosial kita.


Sebelum lidah keluh. Sebelum hati kembali membeku. Sebelum jempol kaku. Dan sulit hanya untuk sekedar minta maaf lewat sms. Sebelum semua operator sibuk. MOHON Maaf atas semua khilaf yg ku lakuin. Selamat menyambut bulan puasa ramadhan 1435 H.

Sebelum cahaya padam. Sebelum hidup berakhir. Sebelum pintu tobat tertutup. Sebelum Ramadhan datang. Saya mohon maaf lahir dan bathin…

Buka hati dapat CINTA. Buka fikiran dapat ILMU. Buka mata cari rizki. Buka handphone 1 pesan diterima. Selamat menjalankan ibadah puasa, wish Allah give U the Best lives. Mohon dimaafin segala kesalahan-kesalahan.

Setetes Embun di Pagi hari. Jatuh di atas Bunga Melati. Inilah waktunya untuk perbaiki diri. Di Bulan yang suci ini. Selamat menjalankan Ibadah Puasa, semoga kita semua bisa diberkahi oleh Bulan yang mahrifah ini. Amiin.

Andai semua HARTA adalah RACUN, maka ZAKATlah penawarnya. Jika seluruh UMUR adalah DOSA maka TAQWA & TOBAT obatnya, jika semua BULAN adalah NODA maka RAMADHAN adalah pembersihnya, marhaban ya ramadhan.

Tiada kemenangan tanpa zikrullah. Tiada amal tanpa keikhlasan. Tiada ampunan tanpa maaf dari sesama. Marhaban ya Ramadhan.

Jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung, jika hati seindah bulan hiasi dengan senyuman. Marhaban ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa mohon maaf lahir dan bathin.

Melihat segalanya dengan hati yang bersih, tanpa mengharap pujian sesama. Semoga menjadi Ramadhan yang berkah dan berdo’a mengharap istiqamah di jalan-Nya. Taqabalallahu Minna Waminkum. Selamat Ramadhan ya.

Berharap padi dalam lesung yang ada cuma rumpun jerami. Harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang tulisan ini. Sebelum cahaya padam, sebelum hidup berakhir, sebelum pintu tobat tertutup, sebelum ramadan datang, saya mohon maaf lahir dan batin.

Nah klo DP disini :



















Sekian ulasan mengenai kumpulan gambar DP BBM Selamat Puasa Ramadhan terbaru 2014, eitz…Jangan beranjak dulu, karena kami masih memiliki koleksi gambar-gambar display picture BBM menarik lainnya seperti DP BBM Sepak Bola serta Kumpulan DP BBM Lucu. Semoga bermanfaat, Marhaban ya Ramadhan.

Hati adalah Cermin Kita

Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya dalam diri manusia terdapat segumpal darah, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya. Apabila ia buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya ( alaa wahiyal qolbu ) ia adalah hati”.
( HR. Bukhori wa Muslim )
Pada awalnya setiap manusia memiliki sebuah hati yang bersih. Mereka dilahirkan kedunia dengan keadaan suci tanpa membawa suatu dosa. Sebagaimana sabda rasulullah Muhammad saw bahwa setiap bayi yang dilahirkan ke dunia dalam keadaan fitrah. Namun seiring dengan berjalananya waktu dan bertambahnya usia manusia, hati mulai dipenuhi oleh berbagai hal yang berasal dari luar, baik yang bersifat negatif maupun yang bersifat positif. Apabila hati dipenuhi oleh berbagai hal yang positif maka yang akan muncul dari pribadinya adalah sifat-sifat baik seperti kasih sayang, suka menolong, peduli terhadap sesama dan berbagai tindakan positif lainnya, yang tidak hanya menguntungkan bagi dirinya saja tetapi juga bagi orang di sekitarnya, insyaallah.
Lain halnya jika hati ternodai oleh sifat-sifat buruk, pikiran-pikiran negatif dan lain sebagainya. Tentu hal-hal tercelalah yang akan mendominasi kepribadiannya. Dan ini jelas tidak hanya merugikan dirinya sendiri, tetapi orang disekitarnya akan merasakan imbas dari perilaku buruknya.
Hati, menurut imam al ghozali dalam kitabnya, ihya ulummudiin, umpama prajurit pemburu. Badan adalah kendaraan (kuda) nya, sedangkan kemarahan dan syahwat adalah anjing-anjingnya. Maka tatkala kuda dan anjing-anjing itu tunduk kepadanya. Tercapailah apa yang ditujunya. Begitu pula tatkala qolbu itu mampu mengendalikan badan, kemarahan, dan syahwat, maka seseorang tersebut telah mencapai apa yang menjadi tujuan hidupnya yaitu ketentraman jiwa yang akan mengantarkannya pada kehidupan bahagia baik di dunia maupun diakhirat.
Masih menurut imam al Ghazali, hati ibarat sebuah cermin yang apabila cermin itu bersih maka akan tampak padanya sifat-sifat manusia. namun, ketika cermin itu tertutup oleh debu atau bahkan telah berkarat, sedangkan tidak ada yang menggosoknya, maka ia tidak akan bisa melihat perbuatannya itu baik atau buruk. Sehingga sulit baginya tuk melakukan perbaikan, karena ia tidak tahu dan sadar akan sikap buruk yang ia lakukan.

Sebaliknya, dengan cermin yang bersih, dengan hati yang bersih kita bisa melihat perbuatan kita, apakah itu baik atau buruk. Hal ini akan mempermudahkan kita tuk melakukan perbaikan setiap saat. Bagaimana caranya? Bisa dengan melakukan introspeksi diri. Dan inilah kiranya cara ampuh tuk menjaga hati agar tetap bersih. Terus apa manfaatnya ketika kita melakukan introspeksi diri? Minimal kita mampu melihat apa kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat dimasa lalu atau yang baru saja terjadi. Hal ini akan menuntun kita untuk senantiasa melakukan perbaikan diri. Sehingga kualitas iman menjadi lebih baik dan bermakna.
Bagaimana dengan cermin yang berkarat? Apa yang bisa kita andalkan dari sebuah cermin yang telah berkarat. Ia tidak lagi memiliki nilai yang lebih. Malah bisa digolongkan sebagai barang rongsokan. Mengapa? Karena memang ia tidak lagi berfungsi baik sebagai sebuah cermin yang digunakan tuk bercermin. Jika hati manusia seperti cermin berkarat, yang tidak bisa digunakan untuk berinstrospeksi tentu akan susah baginya untuk mengidentifikasi apakah perbuatannya itu Benar ataukah salah.
Inilah yang dimaksud dalam sabda Rasulullah saw, “sesungguhnya hati itu berkarat seperti besi yang berkarat”. Ketika seorang sahabat bertanya: “Bagaimana menghilangkannya?” Beliau menjawab, “Mengingat mati dan membaca Al Qur’an”

Untuk bisa melewati syirat, seorang manusia membutuhkan modal dasar untuk melangkah menuju surga. Dan modal dasar itu tak lain adalah Qolbu. Qolbu atau hati yang bersih dan suci menjadikan sang pemiliknya melakukan ibadah dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan. Segala ibadah yang dilakukannya semata-mata untuk mengharapkan ridho Allah ta’ala. pikirannya jauh dari prasangka-prasangka buruk terhadap Tuhannya. Saat beribadah, ia selalu merasa bahwa Allah senantiasa mengawasinya, sehingga ia akan dengan sepenuh hati menjaga kualitas ibadahnya.
Rasulullah bertanya pada para sahabat, “Apakah yang dimaksud dengan ihsan?” rasulullah menjawab, “ Beribadahlah kepada Allah azza wa Jalla seakan-akan engkau melihatNya dan seandainya engkau tidak dapat melihatNya engkau yakin bahwa Dia melihatmu. (HR. Bukhori dan Muslim)
Sebuah syair yang indah dari Yahya bin Muadz Ar Razi ra. Menggambarkan tentang betapa besarnya peranan hati terkadap kehidupan manusia.
Beliau bersyair:
“ Padang di dunia ditempuh dengan jalan kaki dan padang di akhirat di tempuh dengan hati.”
“ Barang siapa yang memusatkan hatinya kepada Allah, niscaya akan terbukalah sumber-sumber hikmah dalam hatinya dan mengalir melalui lisannya”
Demikianlah bagaimana Allah menciptakan segumpak darah (hati) dan menaruhnya di dalam dada manusia agar manusia benar-benar menjaganya. Karena ia adalah kunci pembuka pintu surga.
Sebagaimana syair diatas, bahwa perjalanan ke akhirat pun harus ditempuh dengan hati tidak bisa dengan hanya bermodalkan dua kaki yang kecil. Tujuan yang besar harus ditempuh dengan modal yang besar pula. Yaitu dengan menjaga hati agar tetap bersih, tidak tercampur dengan noda-noda maksiat.
Semoga Allah senantiasa mengaruniakan hati yang senantiasa bersih dan memberikan kekuatan sabar pada diri kita agar bisa melawan hawa nafsu yang senantiasa berkecamuk dalam hati. Amin

Tuesday, 1 July 2014

Dua cara menentukan awal Ramadhan

Dua cara menentukan awal Ramadhan



Para ulama berselisih pendapat di dalam menentukan awal bulan Ramadhan apakah dengan cara melihat bulan langsung (rukyat) atau dengan cara hisab.

Rukyat

Pendapat Pertama mengatakan bahwa cara menentukan awal bulan Ramadhan adalah dengan cara melihat bulan secara langsung (rukyat) dan tidak boleh menggunakan hisab. Ini adalah pendapat mayoritas ulama salaf dan khalaf, termasuk di dalamnya Imam Madzhab yang empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi’I, dan Ahmad).

Dalil mereka adalah sebagai berikut :

1. Sabda Rasulullah saw :

لا تصوموا حتى تروا الهلال ، ولا تفطروا حتى تروه ، فإن غمى عليكم فاقدروا له. و في رواية  فاقدروا له ثلاثين

” Jangan kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal, dan jangan berbuka sampai melihatnya lagi, jika bulan tersebut tertutup awan, maka sempurnakan bulan tersebut sampai tiga-puluh.” (HR Muslim)

2. Sabda Rasulullah saw :

صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته

“Berpuasalah karena kalian melihat bulan, dan berbukalah ketika kalian melihat bulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Sabda Rasulullah saw:

إذا رأيتم الهلال فصوموا ، وإذا رأيتموه فأفطروا

” Jika kalian melihat hilal (Ramadhan) , maka berpuasalah, dan jika kalian melihat hilal ( Syawal ), maka berbukalah.” (HR Muslim).

Artinya hadits di atas adalah  untuk menentuan awal bulan, umat Islam tidak diwajibkan untuk mempelajari ilmu hisab. Karena Allah telah memberikan cara yang lebih mudah dan bisa dilakukan oleh banyak orang, yaitu rukyat.

Ini  bukan berarti umat Islam dilarang mempelajari ilmu tersebut, karena Allah swt telah memerintahkan kepada umatnya agar selalu menuntut ilmu pengetahuan selama hal itu membawa maslahat dalam kehidupan manusia ini.  Akan tetapi maknanya bahwa ajaran Islam ini mudah dan bisa dicerna oleh semua kalangan, dan bisa dipraktekan oleh semua orang.

Hisab



Selain itu di dalam ilmu hisab (ilmu falak) telah terjadi perbedaan pendapat yang sangat banyak. Ada yang menetapkan  bahwa awal bulan dimulai pada saat terbenam matahari  setelah terjadi ijtima’.

Sebagian yang lain menetapkan bahwa awal bulan dimulai pada saat terbenam matahari setelah terjadi ijtima’ ditambahkan bahwa pada saat terbenam matahari tersebut, Hilal (bulan) sudah wujud di atas ufuk. Ini sering disebut dengan  model “ wujudul hilal.”

Bahkan ada kelompok yang mensyarakatkan wujud bulan di atas ufuk tersebut dengan  imkanur rukyat (berdasarkan perkiraan mungkin tidaknya hilal dirukyat).

Kelompok yang menggunakan model  “imkanu al rukat” inipun berbeda pendapat di dalam menentukan batasannya. Ada yang memegang dengan batasan 2 derajat, ada yang memakai 5 derajat. Dan banyak lagi perbedaan-perbedaan yang tidak mungkin diungkap di sini.

Inilah mengapa umat Islam di Indonesia belum bisa bersatu di dalam menentukan awal bulan Ramadhan dan Syawal, karena masing-masing dari aliran ilmu hisab (ilmu falak) memegang prinsipnya dan merasa paling benar, sehingga tidak mau mundur sedikitpun demi persatuan umat. Wallahu Musta’an.

Untuk mengurangi perpecahan yang terjadi di kalangan umat Islam dalam menyikapi perbedaan cara menentukan awal bulan tersebut, para ulama menfatwakan bahwa sebaiknya umat Islam mengikuti awal bulan Ramadhan dan Syawal yang telah ditentukan oleh pemerintah dalam negara  masing-masing.

Untuk negara Indonesia umpamanya, hendaknya seluruh rakyat mengikuti apa yang telah diputuskan pemerintah dalam hal ini Departemen Agama. Itu semua demi maslahat persatuan.

Menentukan awal Ramadhan

Syariat telah menetapkan bahwa untuk menentukan awal dan akhir bulan Ramadhan itu dengan 2 cara:

Ru’yatul hilal (melihat hilal dengan mata). Hilal adalah fase paling awal dari kemunculan bulan. Oleh karena itu hilal berupa garis tipis yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Namun para ulama membolehkan menggunakan teropong atau alat bantu lainnya untuk membantu melihat keberadaan hilal.
Jika hilal tidak nampak, bulan sya’ban digenapkan menjadi 30 hari.
Ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :

صوموا لرؤيَتِهِ وأفطِروا لرؤيتِهِ ، فإنْ غبِّيَ عليكم فأكملوا عدةَ شعبانَ ثلاثينَ

“Berpuasalah karena melihatnya (hilal), berbukalah karena melihatnya (hilal), jika penglihatan kalian terhalang maka sempurnakan bulan Sya’ban jadi 30 hari” (HR. Bukhari 1909, Muslim 1081)

Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

لا تصوموا حتى تروه، ولا تفطروا حتى تروه

“Janganlah berpuasa sampai engkau melihat hilal, janganlah berlebaran hingga engkau melihat hilal” (HR. Muslim 1080)

Para ulama telah ber-ijma‘ bahwa dua metode ini lah yang dipakai, dan mereka tidak pernah memperselisihkan lagi. Atau dengan kata lain, ini bukanlah perkara khilafiyah di kalangan para ulama, walaupun banyak disangka sebagai perkara khilafiyah oleh orang-orang awam. Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab beliau, Fathul Baari (4/123), mengatakan:

وقال ابن الصباغ أما بالحساب فلا يلزمه بلا خلاف بين أصحابنا قلت ونقل بن المنذر قبله الإجماع على ذلك فقال في الأشراف صوم يوم الثلاثين من شعبان إذا لم ير الهلال مع الصحو لا يجب بإجماع الأمة

“Ibnu As Sabbagh berkata: ‘Adapun metode hisab, tidak ada ulama mazhab kami (Maliki) yang membolehkannya tanpa adanya perselisihan‘. Sebelum beliau, juga telah dinukil dari Ibnul Mundzir dalam Al Asyraf: ‘Puasa di hari ketiga puluh bulan Sya’ban tidaklah wajib jika hilal belum terlihat ketika cuaca cerah, menurut ijma para ulama‘”

Syaikh Abdul ‘Aziz Ar Rays hafizhahullah menyatakan: “orang-orang membuat metode baru dalam masalah ini, yang tidak diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya, yaitu menjadikan hisab falaki (perhitungan astronomis) sebagai acuan untuk menentukan awal bulan Ramadhan. Penggunaan metode ini dalam hal menentukan 1 Ramadhan adalah metode yang baru yang bid’ah dan haram hukumnya, disebabkan beberapa hal di bawah ini:

Pertama, metode ini bertentangan dengan banyak nash yang membahas tentang cara menentukan masuknya Ramadhan, yaitu dengan salah satu dari dua cara di atas

Kedua, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, para sahabat beliau dan para tabi’in, tidak pernah menggunakan metode ini padahal ilmu hisab falaki sudah ada di masa mereka. Kaidah mengatakan, setiap sarana yang mampu dimanfaatkan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam namun mereka tidak memanfaatkannya, maka hukum memanfaatkan sarana tersebut di zaman ini adalah bid’ah. Sebagaimana sudah dijelaskan oleh Syaikhul Islam di kitabnya, Iqtidha Shiratil Mustaqim.

Ketiga, para ulama telah ber-ijma‘ untuk tidak menggunakan metode hisab falaki dalam menentukan awal bulan Ramadhan. Sebagaimana yang dikatakan Ibnul Mundzir dan Ibnu As Sabbagh yang disebut oleh Ibnu Hajar di atas, juga Ibnu ‘Abdil Barr, Abul Walid Al Baaji dan Ibnu Taimiyah” (dikutip dari al-sunna.net).

Oleh karena itu saudariku, dalil sudah shahih dan jelas, ulama pun sudah ijma‘, maka hendaknya dalam masalah ini kita singkirkan fanatisme kelompok dan opini-opini dan pasrah untuk menerima dalil.

Mengikuti pemerintah dalam penentuan awal Ramadhan

Saudariku, Islam adalah agama yang mengajarkan untuk bersatu dan tidak berpecah belah, maka Islam pun memerintahkan untuk taat pada pemerintah selama mereka Muslim dan bukan dalam perkara maksiat. Demikian juga dalam penentuan awal Ramadhan, dengan taat pada keputusan pemerintah, akan dicapai persatuan dalam hal ini. Dan sikap inilah yang ditunjukkan oleh dalil-dalil.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

‘Hari puasa adalah hari ketika orang-orang berpuasa, Idul Fitri adalah hari ketika orang-orang berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika orang-orang menyembelih‘” (HR. Tirmidzi 632, Syaikh Al Albani berkata: “Sanad hadits ini jayyid” dalam Silsilah Ahadits Shahihah, 1/440).

Dalam lafadz yang lain:

صَوْمُكُمْ يَوْمَ تَصُومُونَ , وَفِطْرُكُمْ يَوْمَ تُفْطِرُونَ

“Kalian berpuasa ketika kalian semuanya berpuasa, dan kalian berbuka ketika kalian semua berbuka”

At Tirmidzi setelah membawakan hadits ini ia berkata: “Hadits ini hasan gharib, sebagian ulama menafsirkan hadits ini, mereka berkata bahwa maknanya adalah puasa dan berlebaran itu bersama Al Jama’ah dan mayoritas manusia”.

As Sindi menjelaskan, “Nampak dari hadits ini bahwa urusan waktu puasa, lebaran dan idul adha, bukanlah urusan masing-masing individu, dan tidak boleh bersendiri dalam hal ini. Namun ini adalah urusan imam (pemerintah) dan al jama’ah.

Oleh karena itu wajib bagi setiap orang untuk tunduk kepada imam dan al jama’ah dalam urusan ini. Dari hadits ini juga, jika seseorang melihat hilal namun imam menolak persaksiannya, maka hendaknya orang itu tidak menetapkan sesuatu bagi dirinya sendiri, melainkan ia hendaknya mengikuti al jama’ah” (Hasyiah As Sindi, 1/509).

Hal ini juga sebagaimana yang dipraktekan di zaman Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dimana beliau berlaku sebagai kepala pemerintah. Sahabat Ibnu Umar radhiallahu’anhu berkata:

تَرَائِى النَّاسُ الْهِلَالَ، فَأَخْبَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنِّي رَأَيْتُهُ فَصَامَهُ، وَأَمَرَ النَّاسَ بِصِيَامِهِ

“Orang-orang melihat hilal, maka aku kabarkan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa aku melihatnya. Lalu beliau memerintahkan orang-orang untuk berpuasa” (HR. Abu Daud no. 2342, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)

Hadits Ibnu Umar di atas menunjukkan bahwa urusan penetapan puasa diserahkan kepada pemerintah bukan diserahkan kepada masing-masing individu atau kelompok masyarakat.

Hal ini juga dalam rangka mengikuti firman Allah Ta’ala :

أطِيعُوا الله وأطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولى الأمْرِ مِنْكُمْ

“Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya serta ulil amri kalian” (QS. An Nisa: 59)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

اسمعوا وأطيعوا فإنما عليكم ما حملتم وعليهم ما حملوا

“Dengar dan taatlah (kepada penguasa). Karena yang jadi tanggungan kalian adalah yang wajib bagi kalian, dan yang jadi tanggungan mereka ada yang wajib bagi mereka” (HR. Muslim 1846)

Oleh karena itu saudariku, hendaknya demikian yang kita amalkan, yaitu taat pada keputusan pemerintah dalam penentuan awal bulan Ramadhan. Walhamdulillah, negeri kita penguasanya Muslim dan juga selalu menggunakan ru’yatul hilal dalam menentukan awal Ramadhan. Dengan demikian amalan kita sesuai dengan dalil-dalil syar’i dan juga terwujudlah persatuan ummat. Utamakanlah persatuan ummat daripada pendapat-pendapat individu dan golongan.

Demikian bahasan yang singkat ini, semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan hidayah kepada kita semua sehingga bisa menjadi hamba-hamba-Nya yang mendapatkan ridha-Nya. Wabillahit Taufiq Wa Sadaad.. Wallahu A’lam…


Thursday, 26 June 2014

PROMO SAMSUNG RAMADHAN 2014

Posted by : Irfan
Hari ini sya akan berbagi mengenai Promo Harga Samsung  di bulan Ramadhan 2014.
Harga Cash & Credit.
Bisa dilihat di bawah ya.......

Fandy Ndut
Fandy Ndut
Fandy Ndut
Selamat Berbelanja sesuai keinginan anda.
Salam : Fandy 


Wednesday, 12 March 2014

Nasehat nabi MUHAMMAD SAW

Nabi Muhammad SAW bersabda :

1. Empat hal yg membuat Badan Sakit :
✔ kebanyakan Bicara
✔ kebanyakan Tidur
✔ kebanyakan Makan
✔ kebanyakan Bertemu Orang

2. Empat hal yg merusak Tubuh :
✔ Khawatir/Cemas
✔ Kesedihan
✔ Kelaparan
✔ Tidur Larut Malam

3. Empat hal yg membuat Murung dan Kesedihan :
✔ Bohong
✔ Kurang Ajar atau tidak hormat
✔ Berdebat tanpa Pengetahuan atau Informasi yg memadai
✔ Amoral atau melakukan sesuatu tanpa rasa Takut

4. Empat hal yg meningkatkan Wajah Berseri dan Kebahagiaan :
✔ Kesalehan
✔ Loyalitas
✔ Kedermawaan
✔ Menolong sesama dg Ikhlas tanpa diminta hny harap Ridho ilahi

5. Empat hal yg Memberhentikan
Rezeki :
✔ Tidur dipagi hari dari Sholat Subuh hingga Matahari Bersinar
✔ Tidak melakukan Sholat/Berdoasecara teratur
✔ Malas
✔ Penghianatan atau Ketidakjujuran

6. Empat hal yg membawa Rezeki :
✔ Berdoa dimalam hari
✔ Tobat
✔ Beramal
✔ Berdzikir

Nabi Muhammad SAW jg bersabda :

"Hiasi Jiwamu dg Shalat, Zikir and  Al-Quran krn Satu ayat Al-Quran pd Hari Akhir kan memberi Safaat.
Jika kmu Susah, janganlah merasa Pilu, karena Ada Allah tempatMengadu. Jika kmu Gagal,janganlahberputus Asa.
karena Ada Allah tempat Meminta. dan Jika kamu Bahagia, Janganlah kamu menjadi Lupa, karena hanya Allah lah tempat kta memuja dan mengucapkan syukur.
Sungguh allah mengetahui apa yang ada didalam hatimu Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?

SubhanALLAH...
ALLAHUMMA SHALI'ALAA
SAYYIDINAA MUHAMMAD WA'ALA
ALIHI SAYYIDINAA MUHAMMAD

Friday, 7 March 2014

Larangan Menghina Sesama

Abi Hurairahra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

 “Jauhilah olehmu berprasangka. Sebab berprasangka adalah sejelek-jelek pembicaraan. Janganlah kamu saling mencari kejelekan orang lain, janganlah saling bermegah-megahan, dan janganlah saling dengki mendengki. Janganlah saling mengumbar emosi, dan janganlah saling menjauhi. Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersatu dan bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu. Seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bersaudara, yang di antara mereka dilarang saling menganiaya, saling menghina, dan saling naeremehkan. Taqwa adalah di sini (sambil Rasulullah memberi isyarah ke arah dada). Cukuplah seorang muslim dikatakan melakukan kejelekan apabila dia menghina sesama muslim. Seorang muslim dengan muslim lainnya harus saling menjaga darah, kehormatan, dan harta kekayaannya.” (HR. Bukhari dan
Muslim).


Sahabat Ibnu Mas’ud ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

 “Mencaci maki seorang muslim adalah perbuatan fasik, sedang membunuh seorang muslim adalah tindak kekufuran.” (HR. Bukhari dan MusUm).
Samurah bin Jundub ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Janganlah kamu saling* melaknati dengan laknat Allah, dengan kemurkaan Allah, dan jangan pula kamu saling melaknati dengan siksa neraka.” (HR. Abu Dawud dan Urmidzi, dan dia berkata bahwa hadis ini hasan shahih).

Abi Darda’ ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

 “Apabila seseorang melaknati sesuatu, maka laknat itu akan naik ke langit kemudian seluruh pintu-pintu langit dikunci. Lalu laknat itu mengambil posisi ke kanan dan ke kiri. Bila tidak ada tempat kosong, maka laknat itu akan kembali kepada orang yang dilaknati bila dia pantas untuk mendapatkan laknat Tetapi kalau orang yang dilaknati tidak pantas mendapat­kan laknat, maka laknat itu akan kembali kepada orang yang mengucapkan laknat tersebut.” (HR. Abu Dawud).

Abu Bakar ra menegaskan, bahwa di dalam khutbah pada waktu haji Wada’ Rasulullah saw telah bersabda:

 “Sesungguhnya darah dan kehormatanmu adalah terpelihara sebagaimana mulianya hari Arafahmu, bulan Dzulhijahmu, dan tanah sucimu Makkah ini. Ingatlah, belumkah aku menyampaikan khabar yang demikian?” (HR. Bukhari).

Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: 

“Setiap muslim terhadap muslim lainnya harus saling memelihara darah, kehormatan, dan harta kekayaannya.” (HR. Muslim dan tirmidzi).

Aisyah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda kepada para sahabat:

” Adakah kamu mengetahui apakah riba yang paling besar di sisi Allah?” Jawab mereka: “Allah dan Rasul- Nya lebih mengetahui.” Lalu Rasulullah bersabda: “Riba paling besar di sisi Allah adalah merampas kehormatan seorang muslim.” Kemudian Rasulullah saw membaca ayat: “Dan barang orang yang menyakiti orang-orang beriman laki-laki dan orang-orang beriman perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat” (HR. Abu Ya’la, sedang sanadnya adalah sanad yang shahih).

Sa’id bin Zaid ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

 “Sebagian dari riba yang paling besar adalah melecehkan kehormatan seorang muslim tanpa adanya hak.” (HR. Abu Dawud)

Thursday, 6 March 2014

MENCINTAI ALLAH SANGAT INDAH

berniat terus menerus sesuai keinginan manusia itu sebab kegilaan | berniat berbuat terbaik hanya karena Allah itu sumber ketenangan

mengingat apa milik dunia yang kita miliki membuat gusar | mengingat apa yang belum kita miliki di akhirat itu baru benar

membanding-bandingkan harta kekayaan itu membuat lelah | membanding-bandingkan kekayaan yang disedekahkan itu indah

tampaknya kita harus lebih banyak mengubah persepsi | tanpa mengingat Allah kemungkinan besar depresi

salah tetap salah walau semua orang melakukan | benar tetap benar walau engkau hanya sendirian

mengingat Allah itu kunci ketenangan, kebaikan dan bahagia | melupakan Allah itu sumber musibah, kegalauan, dan dosa


Wednesday, 26 February 2014

Larangan Menghina Sesama

  1. Abi Hurairahra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Jauhilah olehmu berprasangka. Sebab berprasangka adalah sejelek-jelek pembicaraan. Janganlah kamu saling mencari kejelekan orang lain, janganlah saling bermegah-megahan, dan janganlah saling dengki mendengki. Janganlah saling mengumbar emosi, dan janganlah saling menjauhi. Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersatu dan bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan Allah kepadamu. Seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bersaudara, yang di antara mereka dilarang saling menganiaya, saling menghina, dan saling naeremehkan. Taqwa adalah di sini (sambil Rasulullah memberi isyarah ke arah dada). Cukuplah seorang muslim dikatakan melakukan kejelekan apabila dia menghina sesama muslim. Seorang muslim dengan muslim lainnya harus saling menjaga darah, kehormatan, dan harta kekayaannya.” (HR. Bukhari dan
    Muslim).
  2. Sahabat Ibnu Mas’ud ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Mencaci maki seorang muslim adalah perbuatan fasik, sedang membunuh seorang muslim adalah tindak kekufuran.” (HR. Bukhari dan MusUm).
  3. Samurah bin Jundub ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Janganlah kamu saling* melaknati dengan laknat Allah, dengan kemurkaan Allah, dan jangan pula kamu saling melaknati dengan siksa neraka.” (HR. Abu Dawud dan Urmidzi, dan dia berkata bahwa hadis ini hasan shahih).
  4. Abi Darda’ ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Apabila seseorang melaknati sesuatu, maka laknat itu akan naik ke langit kemudian seluruh pintu-pintu langit dikunci. Lalu laknat itu mengambil posisi ke kanan dan ke kiri. Bila tidak ada tempat kosong, maka laknat itu akan kembali kepada orang yang dilaknati bila dia pantas untuk mendapatkan laknat Tetapi kalau orang yang dilaknati tidak pantas mendapat­kan laknat, maka laknat itu akan kembali kepada orang yang mengucapkan laknat tersebut.” (HR. Abu Dawud).
  5. Abu Bakar ra menegaskan, bahwa di dalam khutbah pada waktu haji Wada’ Rasulullah saw telah bersabda: “Sesungguhnya darah dan kehormatanmu adalah terpelihara sebagaimana mulianya hari Arafahmu, bulan Dzulhijahmu, dan tanah sucimu Makkah ini. Ingatlah, belumkah aku menyampaikan khabar yang demikian?” (HR. Bukhari).
  6. Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya harus saling memelihara darah, kehormatan, dan harta kekayaannya.” (HR. Muslim dan tirmidzi).
  7. Aisyah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda kepada para sahabat:” Adakah kamu mengetahui apakah riba yang paling besar di sisi Allah?” Jawab mereka: “Allah dan Rasul- Nya lebih mengetahui.” Lalu Rasulullah bersabda: “Riba paling besar di sisi Allah adalah merampas kehormatan seorang muslim.” Kemudian Rasulullah saw membaca ayat: “Dan barang orang yang menyakiti orang-orang beriman laki-laki dan orang-orang beriman perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat” (HR. Abu Ya’la, sedang sanadnya adalah sanad yang shahih).
  8. Sa’id bin Zaid ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: “Sebagian dari riba yang paling besar adalah melecehkan kehormatan seorang muslim tanpa adanya hak.” (HR. Abu Dawud).

Tuesday, 25 February 2014

Hadits Rasulullah Saw | Kata Kata Hikmah Nabi Muhammad

Berikut Kata Kata Hikmah Nabi Muhammad | Nasehat Rasulullah Saw yang menyejukkan qalbu kita. Dimana hadits / nasihat Rasulullah ini ibarat setetes air di padang gersang, atau bagaikan oase yang begitu menyejukkan dan menyegarkan. Apalagi di tengah dunia yang hiruk pikuk dengan kecintaan duniawi dan konsumerisme dimana ukuran norma-norma agama menjadi kabur. Maka sudah seharusnya kita untuk merenungi berbagai nasihat Rasulullah Saw yang selama ini kita lupakan. Semoga bisa kita dapat mengambil hikmah atas semua kejadian yang menimpa kita dan selalu senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, Amin.
gambar Kumpulan Hadist Rasulullah Saw, Kata Kata Hikmah Nabi Muhammad
 Gambar Nasihat Nabi yang menyejukkan Qalbu layaknya tetesan embun
Hadits Rasulullah SAW tentang Bersyukur :
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya,
maka Alah akan memperhatikan kepentingannya.
Barangsiapa yang melapangkan suatu kesulitan sesama muslim,
maka Allah akan melapangkan satu kesulitan
dari beberapa kesulitan dihari kiamat.
Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain
maka Allah akan menutupi kejelekannya dihari kiamat.
(H.R Bukhari dan Muslim)

Hadits Rasulullah SAW tentang Bersedekah / memberi :
bersedekahlah kamu karena sedekah itu sebagai penebusmu dari api neraka.
(H.R Thabrani)

Hadits Rasulullah SAW tentang Kaya Jiwa :
Bukanlah yang dinamakan kaya karena banyak simpanan harta benda,
tetapi yang disebut kaya, adalah kaya diri (jiwa).
                                                    (H.R Bukhari dan Muslim)          

Hadits Rasulullah SAW tentang Dakwah :
Allah akan memberikan cahaya yang berkilauan pada seseorang yang telah
mendengar ajaranku, lalu disampaikannya kepada yang lain sebagaimana
yang didengarnya. Adakalanya orang yang disampaikan kepadanya
lebih mengerti daripada pendengar itu sendiri.
(H.R Ahmad)

Hadits Rasulullah SAW tentang Taubat :
Semua anak adam itu berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat
kesalahan itu ialah orang-orang yang mau bertaubat.
(H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Andaikan kamu berbuat dosa sehingga dosamu mencapai langit,
kemudian kalian bertaubat niscaya Allah memberi ampunan kepadamu.
(H.R. Ibnu majah)

Hadits Rasulullah SAW tentang kesabaran :
Sungguh seorang mukmin amat menakjubkan, segala urusannya amat baik
baginya dan hal itu tidak terdapat kecuali hanya pada orang mukmin saja.
Jika mendapat kesenangan, maka ia bersyukur, tentunya
hal itu amat baik bagi dirinya. Jika mendapat kemalangan,
maka ia bersabar, tentunya hal itu amat baik baginya.
(H.R. Muslim)

Hadits Rasulullah SAW tentang Ujian Hidup :
Dari Abu Said dan Abu Hurairah ra: nabi bersabda :
”Tidak seorang muslimpun yang tertimpa kesulitan,
sakit, kesusahan sampai pun hanya terkena duri,
melainkan hal itu akan menghapus dosa-dosanya.”

Hadits Rasulullah SAW tentang Intropeksi Diri :
Orang yang berakal adalah orang yang selalu mengoreksi dirinya,
dan memperbanyak amalan untuk bekal mati
dan orang yang lemah adalah seorang yang mengikuti hawa nafsunya,
tetapi berkahayal pahala kepada Allah Ta’ala.
(H.R.Tirmidzi)

Hadits Rasulullah SAW tentang Kesehatan :
“Ada dua kenikmatan yang dilalaikan oleh kebanyakan  orang,
yaitu kesehatan dan waktu kosong.”
(H.R. Bukhari)

Hadits Rasulullah SAW tentang Mencintai Sesama Muslim :
Kata Anas ra : Nabi SAW bersabda :
“Tidaklah sempurna iman seseorang dari kalian, sapai ia mencintai saudaranya
sesama muslim, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

Hadits Rasulullah SAW tentang Pemimpin :
ma’qil ibnu yasar berkata: “Rasulullah saw bersabda:
“Tiada seorang pun yang diminati oleh Allah untuk memimpin rakyatnya,
kemudian ia mati sebagai seorang koruptor,
maka pasti Allah akan mengharamkan baginya surga.”

Hadits Rasulullah SAW tentang Berkata Baik :
Ady Ibnu ra berkata: Rasulullah SAW bersabda :
”jagalah dirimu dari api neraka, walau hanya dengan
sedekah separuh biji kurma,
jika tidak bisa berbuat demikian,
maka berbuatlah baik walau hanya dengan kata-kata yang manis.”

Semoga setelah membaca dan merenungi nasihat Rasulullah SAW datas kita dapat mengintropeksi diri kita agar kembali kepada keridhaan Allah SWT semata.
Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.(Q.S Al-‘Asr 1-3)
Semoga Bermanfaat kawan,,,!!!